
Setiap orang akan menghadapi sakaratul maut sebelum mereka meninggal. Kondisi masing-masing orang berbeda-beda saat menghadapi sakaratil maut, ada yang merasakan kesakitan luar biasa, ada yang sekarat dan pula yang mudah dan mati dalam keadaan bahagia. Selain berdoa agar khusnul khatimah, salah satu cara agar dimudahkan saat menghadapi sakaratul maut adalah dengan melakukan shalat sunnah tahwini sakaratil maut.
Dalam kitab Al-Lum’ah fi Khashaishi Yaumil Jum’ah, Imam Al-Suyuthi (w. 911 H) menyebutkan sebuah riwayat yang dijadikan dasar oleh beliau terkait hukum dan anjuran shalat tahwini sakaratul maut ini. Riwayat dimaksud bersumber dari Ibnu Abbas, dia bekata bahwa Nabi Saw bersabda;
مَنْ صَلَّى بَعْدَ اْلمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ فِيْ لَيْلَةِ اْلجُمُعَةِ يَقْرَأُ فِيْ كُلِّ وَاحِدَةٍ مِنْهَا بِفَاتِحَةِ اْلكِتَابِ مَرَّةً وَاِذَا زُلْزِلَتْ خَمْسَ عَشَرَةَ مَرَّةً هَوَّنَ اللهُ عَلَيْهِ سَكَرَاتِ اْلمَوْتِ وَأَعَاذَهُ مِنْ عَذَابِ اْلقَبْرِ وَيَسَّرَ لَهُ اْلجَوَازَ عَلَى الصِّرَاطِ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ
“Barangsiapa shalat setelah Maghrib dua rakaat pada malam Jumat dengan membaca surah Alfatihah sekali dan surah idza zulzilat (surah Al-Zalzalah) sebanyak 15 kali dalam setiap rakaat, maka Allah akan meringankan sakaratul maut kepadanya, melindunginya dari siksa kubur dan dimudahkan untuk lewat di atas sirath nanti di hari kiamat.” (HR. Al-Ashbahani).
Melalui hadis ini, shalat tahwini sakaratul maut termasuk shalat sunnah yang dianjurkan dalam Islam. Allah akan memberikan kemudahan menghadapi sakitnya sakaratul maut bagi orang yang melakukan shalat ini. Adapun tata cara shalat ini adalah sebagai berikut;
Pertama, dilaksanakan setelah Maghrib pada malam Jumat dengan niat sebagai berikut;
أُصَلِّيْ سُنَّةً رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبلَ الْقِبْلَةِ لِلّهِ تَعَالَى
Usholli sunnatan rak’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala
“Saya shalat sunnah dua rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah Ta’ala”
Kedua, jumlah rakaatnya sebanyak dua rakaat. Pada rakaat pertama dan kedua membaca surah Al-Fatihah dan surah Al-Zalzalah sebanyak 15 kali.
Demikian penjelasan mengenai hukum serta dalil shalat tahwini sakaratil maut.
Wallahu A'lam.Semoga bermanfaat.
Sumber :harakahislamiyah.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar