
Nabi Muhammad bersabda:
وعن أَبي أُمَامَة صُدَيِّ بن عجلان الباهِلي رضي الله عنه قَالَ قَالَ رسولُ الله صلى الله عليه وسلم إنَّ أَوْلى النَّاسِ بِاللهِ مَنْ بَدَأهُمْ بِالسَّلامِ .رواه أَبُو داود بإسنادٍ جيدٍ
“Sesungguhnya paling utamanya manusia di sisi Allah adalah mereka yang mengawali salam.”
Istilah “fastabiqul khayrat!” mungkin sudah akrab di telinga kita. “Berlomba-lombalah dalam kebaikan!” adalah slogan motivasi yang didengungkan Islam untuk mendorong umatnya berbuat kebaikan. Kebaikan dalam hal apa? Dalam hal apapun yang bernilai pahala.
Semisal, ketika kita berjemaah di masjid, ada shaf yang kosong di depan kita. Apa yang harus kita lakukan? Mempersilahkan orang lain untuk menempatinya karena alasan simpati dan kerukunan sosial? Atau kita langsung maju mengisi, berusaha mendahului orang lain yang hendak mengisinya juga? Dalam Islam, kita lebih dianjurkan untuk bersikap seperti yang kedua; langsung maju, tempati shafnya dan raih pahalanya!
Apakah Islam kemudian mengajarkan tidak peduli kepada orang lain? Ouh tidak! Dalam konteks ibadah, semangat untuk berkompetisi meraih pahala harus ada. Tapi dalam masalah muamalah yang menyangkut hubungan manusia dengan manusia lainnya, beda cerita!
Salah satu anjuran kompetitif lainnya adalah terkait masalah salam. Sebagaimana yang disiratkan oleh hadis di atas, Nabi mengajarkan umatnya untuk saling mendahului mengucapkan salam kepada sesamanya. Siapa yang pertama mengucapkan, ia akan mendapat keutamaan lebih di sisi Allah swt. Banyak hadis lain yang berbicara masalah ini. Seperti:
ورواه الترمذي عن أَبي أُمَامَةَ رضي الله عنه قِيلَ يَا رسول الله الرَّجُلانِ يَلْتَقِيَانِ أَيُّهُمَا يَبْدَأُ بِالسَّلاَمِ؟ قَالَ أَوْلاَهُمَا بِاللهِ تَعَالَى .قَالَ الترمذي هَذَا حديث حسن
“Rasulullah ditanya, ketika ada dua orang berpapasan, siapakah menurut anda yang akan mengawali mengucapkan salam? Rasul menjawab, yang paling mulia di hadapan Allah swt.”
Hadis ini menyiratkan bahwa orang yang selalu mengawali, memulai dan mendahului salam bisa dipastikan adalah orang-orang baik yang memiliki keutamaan dan derajat di sisi Allah swt. Ini logikanya! Tidak mungkin tentunya, mereka yang memiliki dendam di hatinya akan melakukan hal seperti itu.
Maka, awali ucapkan salam ketika bertemu teman, kerabat atau orang lain. Maka kalian akan ditempatkan di posisi yang istimewa di sisi Allah swt.[]
Wallahu A'lam
Sumber : harakahislamiyah.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar