Kiai Hamid Pasuruan adalah sosok ulama karismatik. Karisma beliau bukan hanya karena kedalaman ilmu, tapi juga karena keluhuran budi dan kemakrifatannya.

Meskipun lebih dikenal sebagai wali, tapi berdasarkan penuturan banyak orang yang pernah bertemu beliau, Kiai Hamid selalu menekankan pentingnya memiliki kesalehan sosial dan kesalehan individual, selain pelaksanaan syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Ini dia kiai yang menurut istilah Gus Mus, waliyullah yang “muttafaq alaih” (semua orang sepakat). Berikut ini akan saya persembahkan 5 karamah beliau yang diangkat dari buku Percik-Percik Keteladanan Kiai Hamid Pasuruan karya Hamid Ahmad dengan sedikit editan, komentar, dan tambahan dari pengalaman ayah saya ketika sowan kepada beliau.

1. Asmawi Memanen Uang

Asmawi sedang galau. Ia harus membayar hutang yang jatuh tempo. Jumlahnya 300 ribu rupiah. Jumlah segitu besar waktu itu. Hutang itu untuk pembangunan masjid. Asmawi sampai nangis saking sedihnya, dari mana ia bisa memperoleh uang sebanyak itu. Pikirannya jadi buntu. Dia sowan melaporkan masalahnya ke Kiai Hamid. “Laopo nangis. Sik ono Yai” (Mengapa nangis. Masih ada Kiai), begitu beliau menghibur.

Lalu dia disuruh menggoyang-goyang pohon kelengkeng di depan ndalem (rumah) beliau. Daun-daun yang berguguran di suruh ambil, diserahkan kepada Kiai Hamid. Beliau meletakkan tangannya di belakang tubuh, lalu memasukkannya ke saku. Begitu dikeluarkan ternyata daun-daun itu di tangan beliau menjadi uang kertas.

Beliau menyuruh Asmawi menggoyang pohon kelengkeng satunya lagi. Daunnya diambil tangan beliau ditaruh di belakang tubuh (punggung), lalu dimasukkan ke saku, lantas daun-daun itu jadi uang kertas.
Setelah dikumpulkan dan dihitung, jumlahnya 225 ribu, alhamdulillah.

Masih kurang 75 ribu, tiba-tiba ada tamu datang memberi uang 75 ribu kepada beliau, jadi pas. Kisah ini mengingatkan kita kisah Siti Maryam yang disuruh Allah menggerakkan pohon kurma yang tidak berbuah, eh nyatanya kurma-kurma matang jatuh berguguran.

Wallahu A'lam
Sumber :datdut.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar