Karamah beliau yang satu ini membuat decak kagum saya. Menariknya, cerita ini langsung disampaikan oleh pelaku sejarah, yaitu K.H. As’ad Syamsul Arifin, yang merupakan murid Kiai Kholil dan mediator berdirinya NU yang kini menjadi Kiai di Asembagus-Situbondo. Di Youtube juga beredar rekaman cerita beliau dalam suatu pengajian dengan bahasa Madura.

Ketika Kiai As’ad masih menjadi santri Kiai Kholil, beliau pernah disuruh mengantarkan tongkat ke Kiai Hasyim Asy’ari di Jombang. Dan, di lain hari disuruh mengantarkan tasbih kepada Kiai Hasyim juga. Kiai Kholil hanya memberikan bekal beberapa uang logam.

Kiai As’ad sepertinya sangat mempercayai bahwa pemberian gurunya tersebut mengandung barakah. Bahkan Kiai As’ad sampai berkata dalam batinnya, “Kalau uang ini mengandung barakah, tentu tidak akan habis, bahkan bertambah.”

Subhanallah. Benar saja, ketika Kiai As’ad naik bus atau kereta, bolak-balik kondekturnya tidak menagih tiket kepada Kiai As’ad seolah-olah beliau tidak terlihat atau entahlah. Demikian juga ketika akan menyeberangi selat Madura, seseorang tiba-tiba mengajaknya naik ke kapal bersamanya secara cuma-cuma.

Tentu saja tawaran yang baik itu diterima. Juga setelah turun dari kapal, beliau kembali ditawari naik kendaraan ke Jombang secara cuma-cuma, beliau menerima tawaran ini dengan rasa syukur. Kiai As’ad yakin hal ini karena pengaruh uang barakah.

Uang tersebut sampai sekarang masih ada, disimpan dengan baik oleh Almarhum Kiai As’ad. Sejak memiliki uang tersebut, Kiai As’ad tidak pernah kesulitan dalam memenuhi kebutuhannya, khususnya dalam pembangunan pesantren.

Jika Kiai As’ad memerlukan sejumlah uang, maka uang logam pemberian Kiai Kholil diambil dan diajak bicara, “Hei uang, panggil teman-temanmu, saya perlu uang!” ucap Kyai As’ad sambil menepuk-nepuk uang logam dengan penuh keyakinan. Tidak lama datanglah seseorang dengan membawa sekoper uang untuk diserahkan kepada Kiai As’ad.

Beragam cara datangnya rezeki melalui uang barakah tersebut. Bahkan dalam kesempatan lain, terkadang datang pada tengah malam, tiba-tiba sebuah sedan putih masuk ke pesantren dengan membawa segepok uang.

Wallahu A'lam
Sumber :datdut.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar