Tertulis dalam Al Mausu’ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah:  

 شُرِعَ الأَْذَانُ أَصْلاً لِلإِْعْلاَمِ بِالصَّلاَةِ إِلاَّ أَنَّهُ قَدْ يُسَنُّ الأَْذَانُ لِغَيْرِ الصَّلاَةِ تَبَرُّكًا وَاسْتِئْنَاسًا أَوْ إِزَالَةً لِهَمٍّ طَارِئٍ وَالَّذِينَ تَوَسَّعُوا فِي ذِكْرِ ذَلِكَ هُمْ فُقَهَاءُ الشَّافِعِيَّةِ فَقَالُوا : يُسَنُّ الأَْذَانُ فِي أُذُنِ الْمَوْلُودِ حِينَ يُولَدُ ، وَفِي أُذُنِ الْمَهْمُومِ فَإِنَّهُ يُزِيل الْهَمَّ ، وَخَلْفَ الْمُسَافِرِ ، وَوَقْتَ الْحَرِيقِ ، وَعِنْدَ مُزْدَحِمِ الْجَيْشِ ، وَعِنْدَ تَغَوُّل الْغِيلاَنِ وَعِنْدَ الضَّلاَل فِي السَّفَرِ ، وَلِلْمَصْرُوعِ ، وَالْغَضْبَانِ ، وَمَنْ سَاءَ خُلُقُهُ مِنْ إِنْسَانٍ أَوْ بَهِيمَةٍ ، وَعِنْدَ إِنْزَال الْمَيِّتِ الْقَبْرَ قِيَاسًا عَلَى أَوَّل خُرُوجِهِ إِلَى الدُّنْيَا .   

Pada dasarnya adzan disyariatkan sebagai pemberitahuan untuk shalat, hanya saja adzan juga disunnahkan selain untuk shalat dalam rangka mencari keberkahan menjinakkan dan menghilangkan kegelisahan yang luar biasa.   

Pihak yang memperluas masalah ini adalah para ahli fiqih Syafi’iyah. 

Mereka mengatakan: 
1 Disunahkan adzan di telinga bayi saat lahirnya, 
2 di telinga orang yang sedang galau karena itu bisa menghilangkan kegelisahan, 
3 mengiringi musafir, 
4 saat kebakaran, 
5 ketika pasukan tentara kacau balau, 
6 diganggu makhluk halus, 
7 saat tersesat dalam perjalanan, 
8 terjatuh, 
9 saat marah, 
10 menjinakan orang atau hewan yang jelek perangainya, dan 
11 saat memasukan mayit ke kubur diqiyaskan dengan saat manusia terlahir ke dunia

Sumber: Alfahmu.id - Website Resmi Ustadz Farid Nu'man. Baca selengkapnya http://alfahmu.id/manfaat-adzan-menurut-madzhab-syafii/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar